Don't Ever lost contact with someone you love, you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that..
Even a single "hi" or a "good morning" Before you know that someone is no longer there....
Jangan pernah lepas hubungan dengan seseorang yang kamu sayangi, karena kamu tidak akan pernah tau apa yang terjadi di hari esok atau bahkan setelah hari itu………
Kadang cukup ucapkan “Hai” atau sampaikan salam dan sambutanmu sebelum menyadari dia begitu jauh darimu…………………………………
just share with you......welcom to my think..........^_^
thanks for your leasure to read my think.....................
Selasa, 29 Maret 2011
Kamis, 24 Maret 2011
SEKEDAR MENUMBUHKAN IDALISME , APA ITU CIRI PENDIDIKAN FORMAL DI INDONESIA?
Tak sedikit permasalahan yang melanda di Negara Indonesia mulai dari masalah social hingga masalah ekonomi yang cenderung diakibatkan oleh human eror dalam artian kesengajaaan akibat dari rusaknya moral manusia diberbagai lini kehidupan yang mengakibatkan dampak sistemik. Kehancuran tersebut tidak hanya terjadi di sebagaian aspek kehidupan melainkan melanda hampir semua aspek kehidupan dari lingkup terkecil hingga lingkup terbesar dalam bernegara. Kondisi yang seolah semakin terpuruk dan mendekati kehancuran ini semakin ditambah dengan munculnya masalah – masalah klasik yang seharusnya tidak perlu terjadi seperti kerusuhan yang bernuansa SARA, masalah polotik dikalangan politikus dan petinggi pemerintahan yang seolah mnganggap kemenangan dalam pilkada lebih penting dari segalanya hingga mengabaikan kepentingan rakyat. Permaslahan yang semakin meluas itu seolah tidak dibarengi dengan penyelesaian yang tepat bahkan seolah hanya dijadikan adu argument untuk unjuk gigi yang sebenarnya didalamnya terjadi suatu pengkondisian.
Melihat kadaan seperti itu banyak manusia yang mengkritisi serta peduli lewat setiap tindakannya tidak terkecuali lingkungan pendidikan di Indonesia. Namun terkhusus dalam lingkup pembelajaran ilmu sosial dan politik dalam proses transfer ilmu sering kali sekedar menumbuhkan pemikiran ideal tentang kondisi negara namun tidak menawarkan dan memberikan solusi baru yang real. Selama ini seringkali dalam pembelajaran memang menunjukan realita permasalahan dan mengkritisi hal – hal yang salah bahkan tak jarang dapat berakibat menumbuhkan rasa benci terhadap kondisi dan negara ini karena kebobrokannya. Seperti contoh masalah tentang pembangunan dan rehabilitas gedung DPR/MPR dengan anggaran yang boleh dikatakan berlebihan, masalah tentang kong – kalikong di dunia pemerintahan mulai dari penganggaran, kebobrokan kinerja PNS, masalah peneriamaan CPNS yang tidak beres yang telah menjadi rahasia umum, dan masih banyak masalah boborok lainnya yang terjadi di negara ini. Melihat itu semua banyak orang mengkritisi masalah tersebut dan menggembor – gemborkan melalui berbagai media bahwa hal tersebut adalah biadab. Kritikan tersebut tidaklah salah, pada intinya Menentang , mengkritik, bahakan menolak, itu sangatlah lumrah di ranah demokrasi dan reformasi, namun apa artinya jika penentangan , kritikan, dan penolakan itu hanya sekedar penolakan tapi tidak memberi solusi yang real. Hal yang sama terkadang terjadi dalam proses pembelajaran formal bahwa Ketika didalam kelas mendikusikan permasalahan pasti hasil yang didapat ialah hasil yang bersifat ideal normatif artinya pemikiran yang dihasilkan merupakan jawaban tentang bagaimana kondisi yang seharusnya terjadi namun tidak mengkorelasikan dengan kenyataan yang ada. Misal saja kita ambil salah satu masalah diatas tentang penolakan rakyat terhadap rehabilitas gedung DPR/MPR , jika dalam kelas mendiskusikan masalah tersebut , jawaban yang didapat kurang lebih ialah “ pada intinya rehabilitas tidak perlu dilakukan karena masih banyak masalah yang jauh lebih penting dari sekedar pembahauran gedung”, kemudian dengan cara bagaaimana menolaknya?tentu saja dengan membatalkan pengajuan anggaran dan menolak permohona perbaikan tersebut. Kalau jawaban itu yang di dapat sebenarnya itu hanya jawaban ideal normatif yang menyatakan bagaimana kondisi yang seharusnya terjadi, namun tidak memeberi solusi yang tepat untuk menggagalkan rehabilitas tersebut. Kalau jawabannya seperti diatas, saya yakin lebih dari seribu dari 200 juta lebih pendududk Indonesia memiliki pemikiran yang sama tentang pembatalan tersebut, namun pada kenyataanya pemikiran tersebut hanya sekedar penolakan dan alhasil rehabilitas tetap terjadi. Jadi pada intinya hal yang dibutuhkan seharusnya bukan triakan penolakan saja melainkan bagaimana upaya yang tepat untuk menggagalkan rehabilitas tersebut. Hal yang seperti ini yang jarang saya temukan dalam situasi pendidikan formal di Indonesia. Itu baru satu masalah yang dibahas, bagaimana dengan pembahasan masalah yang lain seperti masalah pilkada, korupsi, kemiskinan , dan masih banyak yang lain?pembahasan masalah yang lainpun di jawab dengan jawaban yang ideal normatif tanpa mengkorelasikan dengan realita. Jadi sebaiknya kaum pengenyam pendidikan formal yang merupakan cikal bakal kaum cendikiawan muda harus memikirkan kondisi dan terobosan baru untuk menyikapi permasalahan bangsa yang terjadi, biarlah rakyat diluar sana yang berteriak dan kita berjuang mewujudkan teriakan tersebut lewat solusi dan terobosan baru yang real yang membuahkan hasil. Pada intinya mengetahui dan memahami tentang kondisi yang ideal normatif sangatlah perlu sebagai kaum intelektual namun penciptaan dan perilaku real sangat dibuthkan untuk mewujudkan kondisi yang mengarah ke ideal normatif. Saya berharap para tim pengajar mampu memberi terobosan baru dan tidak sekedar menumbuhkan idealisme semata.
By bast,see_ilovey@yahoo.com
Rabu, 23 Maret 2011
DALAM SEHARI, BERAPA KALI KAMU BICARA TENTANG ORANG YANG KAMU ANGGAP SPECIAL?
Taukah kamu?pikiran alam sadar kita akan mengingat sesuatu yang dianggap berkesan dan mempesona oleh perasaan dan pikiran kita, entah itu sesuatu yang baik, seseorang yang baik atau suatu kejadian yang baik juga ataupun sesuatu yang sebaliknya, yaitu sesuatu yang kita benci atau kurang menyenangkan. Dengan adanya sesuatu yang berkesan itu, sadar atau tidak sadar maka kita akan kerap menyampaiakn dalam bentuk apapun tentang apa yang berkesan dalam pikiran kita kepada siapapun, terkhusus kepada seseorang yang kamu anggap dekat dalam emosional seperti teman dekat, keluarga, Geng mu atau yang lain yang sejenis itu. Jadi singkat cerita begini, jika sesuatu yang berkesan itu adalah orang yang kamu sayangi maka apa bila kamu menyayangi, mengasihi, mengagumi seseorang dengan tulus, kamu akan benar – benar mengingat seseorang yang dimaksud dan seseorang tersebut akan terekam dan berkesan secara otomatis dalam pikiran alam sadar mu. Kamu tau apa yang terjadi ketika kamu mencintai seseorang dan menganggap dia special? kamu akan mengingat dia dan kerap menyebut dia/menceritakan dia/mengingat dia/memberitaukan dia kepada orang lain lewat berbagai cara yang sering kali tidak kamu sadari. Kadang kamu tidak sadar akan menyebut teman specialmu itu saat kamu berbincang pada seseorang yang kamu kenal baik (kamu anggap dekat) bahkan tak jarang kamu akan menyebutnya berulang kali dalam satu hari. Katakan saja teman specialmu itu adalah seseorang yang bernama cinta , kamu akan menyebut dan menceritakan secara tidak sadar/ spontan ataupun secara sadar tentang diri cinta kepada orang lain yang sebenarnya pada saat itu tidak memperbincangkan tentang cinta, tapi karena cinta berkesan dalam otak alam sadarmu maka kamu secara otomatis akan menghubungkan cinta dengan apa yang kamu perbincangkan, meski tidak menyebut namanya kamu akan menyebut dia dengan kata ganti, dengan sesuatu yang dia miliki , dengan sesuatu yang pernah dia katakan yang membuatmu berkesan, atau yang lainnya yang sebenarnya kamu sedang menggambarkan tentang cinta. contoh, saat kamu bercerita dengan temanmu yang sedang curhat tentang pacarnya, pasti kamu akan menyebut pacarmu juga baik sengaja atau tidak sengaja entah dengan cara , “kaya pacarku ya?” atau “ kalau cinta enggak gitu lho..” atau menyebut kekesalanmu tentang dia seperti, “sama…aku juga mengalami hal sama” dengan kata seperti itu berarti kamu sedang menggambarkan pacarmu lewat tingkah polahnya kepada kamu.
Tapi bagaimana tentang ini, kalau orang specialmu yang suka bercerita , suka curhat dan sudah sangat terbuka sama kamu, tapi dia tiba – tiba sering bercerita tentang orang lain. Apa artinya orang yang diceritakanya itu menarik dan berkesan dan membuat dia terpesona? tapi dia tetap merasa excaiting/ menggebu - gebu ketika ngobrol sama kamu, dia merasa menggebu – gebu curhat sama kamu, pokoknya lewat cara bicaranya kamu masih menarik buat dia. Jadi apa arti seseorang yang baru itu buat dia? Tapi yang jelas seberapa kamu membenci orang yang kamu sayangi, sebarapapun kamu menutupi dan mencoba tidak mempublish , pasti kamu tidak akan bisa memaksa hatimu dan alam sadarmu utuk tidak memikirkan dia dan secara tidak sadar pasti kamu akan menggambarkan/ menceritakan/ mengatakan tentang dia kepada teman baikmu entah apapun itu bentuknya. Jadi dalam sehari, berapa kali kamu berbicara tentang dia???????????^_^
By.bast_see_ilovey@yahoo.com
Inspirate from dhe
Langganan:
Komentar (Atom)